Halo March,
Kali ini saya akan menjelaskan definisi metode ilmiah dan menceritakan sedikit apa sih itu mitos? Dan kira-kira apa ya mitos di Jogja??
Selamat Menyimak!
Metode Ilmiah
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Unsur metode ilmiah
Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut :
- Obeservasi atau Karakteristik : Identifikasi sifat-sifat utama yang relevan milik subjek yang diteliti dengan pengamatan dan pengukuran. Hasil pengamatan dan pengukuran biasanya akan ditabulasikan dalam bentuk tabel dan disajikan dalam bentuk grafik ataupun diagram yang dibuat dengan menggunakan perhitungan statistika.
- Hipotesis : Dugaan teoritis sementara yang menjelaskan hasil pengukuran. pembuatan hipotesis biasanya dilakukan dengan jalan mencocokkan data-data aktual yang didapatkan dari aktivitas pengamatan dengan data-data sekunder yang telah ada sebelumnya.
- Prediksi : Deduksi logis dari hipotesis. Prediksi biasanya dibuat untuk meramalkan hasil akhir dari sebuah eksperimen yang dilakukan oleh seorang peneliti. Hasil peramalan ataupun prediksi yang dibuat bersifat statistik dan belum diketahui tingkat kebenarannya.
- Eksperimen : Pengujian atas hubungan karakterisasi dengan prediksi dan hipotesis. Jika prediksi yang diuji sesuai dengan hasil eksperimen, maka kemungkinan besar (masih membutuhkan penelitian lebih lanjut), akan tetapi jika prediksi yang diuji tidak sesuai dengan hasil eksperimen, maka hipotesis perlu ditinggalkan dan digantikan dengan hipotesis yang baru.
- Evaluasi dan Pengulangan : Penilaian atas ketepatan hipotesis dan prediksi berdasar hasil yang didapat saat eksperimen, dan pengulangan pada tahap-tahap tertentu apabila tidak didapatkan hasil yang sesuai.
Mitos adalah tradisi lisan yang terbentuk di suatu masyarakat. Mitos memiliki asal kata dari bahasa Yunani yang artinya sesuatu yang diungkapkan. Secara pengertian mitos adalah cerita yang bersifat simbolik yang mengisahkan serangkaian cerita nyata atau imajiner. Di dalam mitos bisa berisi asal usul alam semesta, dewa-dewa, supranatural, pahlawan manusia atau masyarakat tertentu yang mana memiliki tujuan untuk meneruskan dan menstabilkan kebudayaan, memberikan petunjuk hidup, melegalisir aktivitas kebudayaan, pemberian makna hidup dan pemberian model pengetahuan untuk menjelaskan hal-hal yang sulit dijelaskan dengan akal pikiran.
Mitos yang terjadi di Yogyakarta
"Pohon Beringin Kembar"
Jawa adalah pulau yang penuh dengan mitos. Ada banyak sekali daerah yang menyisakan mitos-mitos misteri. Salah satunya adalah Jogja. Apa mitos terpopuler di Jogja? Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada orang asli Jogja, pasti mereka akan menjawab mitos dua beringin yang berada di alun-alun kidul. Keraton Jogja memang memilki 2 alun-alun, satu di sebelah utara dan satu di sebelah selatan (kidul). Alun-alun kidul atau sering disebut alkid memiliki 2 pohon beringin yang menyimpan banyak mitos dan misteri. Para wisatawan sering melangsungkan semacam permainan mistis yang dulunya merupakan "ritual" yang dinamakan Masangin.
Tradisi yang disebut Masangin itu sudah ada sejak zaman Kesultanan Yogyakarta masih berjaya. Masangin biasa dilakukan tiap 1 malam suro, saat ritual Topo Bisu dilakukan. Pada masa itu, para prajurit mengelilingi benteng dan tidak boleh mengucap satu kata pun Berbaris rapi mengenakan pakaian lengkap adat Jawa, mereka berjalan dari halaman Kraton menuju pelataran alun-alun. Melewati kedua pohon beringin tersebut.
Tata cara permainan Masangin:
- Permainan Masangin dilakukan dengan cara posisi berdiri tegak lurus, sekitar 25 meter dari pohon beringin kembar dekat Gedung Sasana Hinggil.
- Dalam keadaan mata teruttup kain hitam, badan pemain diputar lebih dahulu 360 derajat berkali-kali.
- Setelah dirasa cukup, tubuh pemain diarahkan pada posisi lurus ke depan.
- Setelah ketiga proses tersebut dijalankan barulah pemain mulai berjalan lurus menuju arah tengah pohom beringin kembar tanpa bantuan orang lain.
Asal mula pohon beingin kembar, dari versi sejarah bahwa Sultan Hamengkubuwono I mempunyai putri yang cantik jelita yang membuat banyak lelaki terpikat akan kecantikannya serta ingin melamarnya. Untuk itu, Sultan pun memberi tantangan bagi siapa saja yang ingin melamar putrinya, yaitu harus melewati beringin kembar dengan mata tertutup. Jika ada yang berhasil melewatinya dan menjadi meantu Sultan hanyalah Prabu Siliwangi. Versi lain dari pohon beringin ini mengatakan beringin kembar digunakan sebagai pertahanan gaib untuk mengecoh pasukan Belanda yang ingin menyerang Kraton agar mereka kehilangan arah.
Hal itu diyakini untuk mengalap berkah dan meminta perlindugan dari banyaknya serangan musuh. Dari situlah mitos mulai berkembang. Jika seseoran bisa melintasi dua pohon beringin kembar itu dengan mata tertutup, semua permintaan kita akan dikabulkan.
Percaya tidak percaya, itulah mitos yang beredar di Kraton Yogyakarta Hadiningrat. Boleh percaya, boleh juga tidak. Namun tak ada salahnya menyambangi Kraton ini di Jl. Rotowijayan No 1, Yogyakarta.
Kenapa mitos itu bisa terjadi di masyarakat warga Jogja? Konon, jika seseorang bisa melewati pohon beringin kembar dengan mata tertutup dan berhasil melewatinya maka orang tersebut mempunyai hati bersih dan suci serta apapun harapannya pun akan terkabul.
Sumber Rujukan :
- http://www.jogja.co/mitos-mitos-di-sekeliling-kraton-yogyakarta/
- https://hantupedia.com/mitos-terpopuler-di-jogja-dua-beringin-alun-alun-kidul/
- https://www.studiobelajar.com/metode-ilmiah/
- https://pengertiandefinisi.com/pengertian-metode-ilmiah-dan-unsur-unsur-di-dalamnya/
- https://lianurbaiti.wordpress.com/2013/03/30/pengertian-dan-perbedaan-mitos-legenda-dan-cerita-rakyat/



Komentar
Posting Komentar