Langsung ke konten utama

Teori pembentukan bumi, fenomena alam Moonbow serta sebabnya hawa panas pada cuaca mendung

Halo Bulan April!
Pada kesempatan hari ini, aku mau memberikan beberapa informasi nih, mengenai pembentukan bumi, lalu salah satu contoh hal aneh pada fenomena alam yang terjadi, dan kenapa ketika cuaca mendung kita merasakan suasana yang panas. Yuk! dibaca infromasi dibawah ini hehehe...

Teori pembentukan Bumi 
Teori pembentukan Bumi adalah berbagai teori yang diajukan sebagai penjelasan asal usul terbentuknya Bumi. Banyak ilmuwan yang meneliti dan menyimpulkan peristiwa terbentuknya Bumi, dengan berbagai teori dan hipotesa. 

Teori Georges-Louis Leclerc
Tahun 1778, ahli ilmu alam Prancis, Georges-Louis Leclerc. Comte de Buffin, mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental keluar. Massa yang terpental inilah yang menjadi planet (Bumi). 

Teori Laplace 
Seorang ahli Matematika dan astronomi Prancis Pierre 1796 mengemukakan tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin membentuk bola besar. Kemudian terjadi proses pendinginan dan pengkerutan sehingga bola mengecil membentuk cakram yang berputar makin cepat. Selanjutnya sebagian massa gas pada bagian luar cakram menjauh dari gumpalan intinya dan membentuk cincin-cincin. Cincin ini kemudian membentuk gumpalan padat sehingga terbentuklah planet-planet dan satelit, sedangkan bagian massa gas yang ditinggalkan di bagian pusat piringan pada inti membentuk matahari.

Teori Planetisimal Hypothesis 
Dikemukakan oleh, Forest Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, mengemukakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama-kelamaan menjadi padat dan disebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik-menarik dan bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk Bumi.

Teori Tidal
Dua orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918 mengemukakan teori tidal. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam cerutu. Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet-planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Teori Konveksi 
Menurut Teori Konveksi yang dikemukakan oleh Arthur Holems dan Harry H. Hess dan dikembangkan lebih lanjut Robert Diez, dikemukakan bahwa di dalam bumi yang masih dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan lawa sampai ke permukaan bumi di mid oceanic ridge (punggung tengah samudera), lava tersebut akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru sehingga menggeser dan menggantikan kulit bumi yang lebih tua. Bukti adanya dari kebenaran teori ini yaitu terdapat mid oceanic, seperti mid Atlantik Ridgem dan Pasific-Atlantik Ridge di permukaan bumi.

Teori Kuiper
Gerald P. Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi protomatahari adalah protoplanet. Dalam teorinya, dia juga memasukkan unsur-unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan mulai menggumpal menjadi planet-planet.

Teori Whipple
Fred L. Whipple, seorang ahli astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debut aneh yang mengandung nitrogen yang sedikit kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan. Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet-planet.

Teori Big Bang
Dentuman besar itu terjadi ketika seluruh materi kosmos keluar dengan kerapatan yang sangat besar dan suhu yang sangat tinggi dari volume yang sangat kecil. Alam semesta lahir dari singularitas fisis dengan keadaan esktrem. Teori Big Bang ini semakin menguatkan pendapat bahwa alam semesta ini pada awalnya tidak ada tetapi kemudian sekitar 12 milyar tahun yang lalu tercipta dari ketiadaan.

Peristiwa ini dikenal dengan Ledakan Maha Dahsyat "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun yang lalu.Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Pada awalnya alam semesta ini berupa satu massa maha padat. Massa maha padat ini dapat dianggap satu atom maha padat dengan ukuran maha kecil yang kemudian mengalami reaksi radioaktif dan akhirnya menghasilkan ledakan maha dahsyat. 

Fenomena Alam Moonbow (Pelangi Bulan) 
Moonbow dikenal sebagai pelangi bulan atau pelangi putih. Pelangi bulan adalah salah satu fenomena alam yang langka dan sulit untuk ditemui. Pada dasarnya Moonbow ini jarang ditemukan dibandingkan Rainbow. Moonbow biasanya terjadi pada saat malam hari tiba, dimana ketika matahari terbenam dan bulan menggantikan tugas matahari.

Fenomena Moonbow ini terjadi ketika bulan berada pada titik rendah (kurang dari 42 derajat di atas langit) dan ada hujan yang berlawanan dengan bulan. Moonbow akan terlihat pada saat bulan purnama atau pada saat bulan hampir mencapai purnama, mata kita biasanta agak sulit melihat perbedaan warna di mata manusia. Akibatnya mereka sering tampak putih, tapi kamera dapat menagkap warna-warna yang tampil dengan sempurna. Mata kita biasanya hanya bisa menangkap warna putih, dimana warna putih merupakan gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda, yang terjadi pada cahaya matahari. Moonbow biasanya terlihat berlawanan dengan posisi bulan dan terlihat begitu sempurna pada saat terjadi bulan purnama secara penuh. Kombinasi persyaratan ini membuat Moonbow lebih jarang terjadi dibandingkan pelangi yang dihasilkan matahari.

Beberapa tempat di dunia yang biasanya dijumpai dengan penampilan fenomena Moonbow salah satunya di perbatasan Zambia dan Zimbabwe tepat pada air terjun Victoria dan dekat Corbin, Kentucky di Amerika Serikat pada air terjun Cumberland. Moonbow memang sangat jarang terjadi, perlu kondisi dan kriteria khusus yang menyebabkan kondisi ini akan terjadi, yaitu posisi bulan berapa pada titik rendah dan sinar bulan harus kuat, air (hujan, percikan air terjun, embun) dalam intensitas yang cukup dan langit telah gelap. Sebagai pendukung jika turun hujan dengan arah berlawanan dapat membuat Moonbow terlihat lebih terang. Kombinasi ini membuat Moonbow jauh lebih jaeang muncul daripada pelangi yang dihasilkan oleh matahari. Dengan perhitungan bulan purnama muncul hanya satu-dua kali dalam sebulan.
Cuaca Mendung Buat Suasana Jadi Panas
Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberasaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. 
Proses terbentuknya hujan ialah sebagai berikut : 
1. Panas matahari (Air menguap)
   Matahari adalah sebagian dari isi alam. Matahari yang selalu menyinari bumi dan teriknya yang menimbulkan efek panas, sehingga panasnya matahari bisa air danau, sungai dan laut menguap ke udara. Selain dari air danau sungai dan laut air yang menguap ke udara juga bisa disebabkan juga dari tubuh manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan benda-benda lain yang mengandung air.

2. Suhu udara yang tinggi (Uap air menjadi padat-terbentuk awan)
   Suhu udara di Indonesia termasuk ke golongan suhu udara yang tinggi akibatnya panas matahari akan membuat uap air tersebut mengalami kondensasi (pemadatan) dan menjadi sebuah embun. Embun terbentuk dari titik-titik air kecil sehingga suhu usara semakin tinggi membuat titik-titik dari embun semakin banyak berkumpul memadat dan akan membentuk menjadi awan. Menurut kajian Neilburger tahun 1995, pada tahapan ini, tetes-tetes air memiliki ukuran jari-jari sekitar 5-20 mm. Dalam ukuran ini tetesan air akan jatuh dengan kecepatan 0,01-5cm/detik sedangkan kecepatan aliran udara ke atas jauh lebih tinggi sehingga tes air tersebut tidak akan jatuh ke Bumi.

3. Dengan bantuan angin (Awan kecil menjadi awan besar)
    Adanya angin dari udara yang menyebabkan tiupan yang akan membantu awan-awan bergerak ke tempat yang lain. Pergerakan angin memberikan pengaruh besar terhadap awan sehingga awan kecil menyatu dan kemudian membentuk awan yang lebih besar lagi lalu bergerak ke langit atau ke tempat yang memiliki suhu lebih rendah dan semakin banyak butiran awan yang terkumpul awan akan berubah warna menjadi semakin kelabu.

4. Terbentuk hujan
     Setelah awan semakin kelabu akibatnya titik-titik air semakin berat dan tidak terbendung lagi akan membuat butirab-butiran air tadi jatuh ke Bumi sehingga terjadilah hujan.

Proses terjadinya Hujan secara singkat
1. Panas matahari membuat air yang ada di muka bumi menguap.
2. Terbentuklah awan dari uap-uap tersebut.
3. Angin membuat awan kecil berkumpul menjadi besar.
4. Karena kandungan air di awan yang sudah besar & tidak bisa ditampung lagi maka turunlah hujan.

Apa sebabnya ketika cuaca mendung kita merasakan suasana yang panas????
Awan mendung dan hujan merupakan sebuah siklus air yang berasal dari bumi lalu naik ke atas akibat penguapan sinar matahari. Jadi, sebab ketika cuaca mendung menyebabkan suasana panas karena :
  1. Kelembaban udara yang meningkat sehingga panas tubuh sulit dilepaskan ke udara.
  2. Sebelum muncul air hujan awan mendung akan terlebih dahulu mengeluarkan suhu panas.
  3. Awan mendung bergerak tidak terlalu tinggi dengan permukaan tanah. Maka dari itu, hawa panas yang dilepaskan oleh awan mendung tersebut dapat kita rasakan dengan jelas.
  4. Efek rumah kaca, yaitu saat muncul awan mendung, panas matahari tidak dapat terpantulkan dan akan terjebak di Bumi.
Fenomena suhu yang panas dapat dikatakan sebagai suatu pertanda akan turunnya hujan karena alasan-alasan tersebut. Maka, jika kalian merasa panas lalu mendadak merasa kedinginan, maka siapkan jas hujan atau payung, karena bisa jadi hujan akan mengguyur.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinopsis "THE THEORY OF EVERYTHING" cita - cita, kesabaran Stephen Hawking

      Sutradara James Marsh Produser Tim Bevan Eric Fellner Lisa Bruce Anthony McCarten Skenario Anthony McCarten Berdasarkan Travelling to Infinity: My Life with Stephen oleh  Jane Wilde Hawking Durasi 123 menit Pemeran Eddie Redmayne  (Stephen Hawking) Felicity Jones  (Jane Wilde) Charlie Cox   (Jonathan Hellyer Jones) David Thewlis   (Dennis Sciama) Emily Watson   (Berly Wilde) Simon McBurney   (Frank Hawking) Musik Jóhann Jóhannsson       Sinematografi Benoît Delhomme Penyunting Jinx Godfrey         Perusahaan produksi Working Title Films Tanggal rilis           7 September 2014 ( Festival Film Internasional Toronto )        7 November 2014 (terbatas di Amerika Serikat)        26 November 2014 (secara luas di Amerika Serikat)    ...

Tutorial Ms. Word - Bagaimana membuat columns dengan dua bagian seperti jurnal dan lain lain

Halo March!  Hari ini saya akan memberikan beberapa tutorial mengenai Ms. Word. Selamat menyimak teman - teman! Tutorial  Bagaimana membuat tabel dengan nomor otomatis Pertama, pada microsoft word di menu bar pada “insert” buatlah table ( tabel ) dengan ukuran 3x3  atau ukuran table yang kalian inginkan. gambar 1. Pada bagian awal tabel, ketik dengan menuliskan “nomor”, “nama”, dan “kelas” sesuai dengan urutan yang tercantum pada gambar. Untuk nama dan kelas tersebut bebas. gambar 2. Jika kalian ingin memberi warna table (tabel) kalian bisa memilih dengan sesuka warna yang kalian inginkan. Untuk merubah warna atau memberi warna carilah pada table tools lalu pilihlah menu “design”. gambar 3. Ini tampilan tabel jika sudah diwarnai. gambar 4. Selanjutnya, bloklah tulisan dibawah nomor. Blok dari kolom pertama sampai akhir, kecuali untuk “nama” dan “kelas”. gambar 5. Pada gambar no.5 dalam keadaan blok. Pilihlah menu “home” lalu cari “numberin...