
Sutradara
| |
Produser
| |
Skenario
|
Anthony McCarten
|
Berdasarkan
|
Travelling to Infinity: My Life with Stephen
oleh Jane Wilde Hawking |
Durasi
|
123 menit
|
Pemeran
|
Eddie Redmayne
(Stephen Hawking) Felicity Jones (Jane Wilde) Charlie Cox (Jonathan Hellyer Jones) David Thewlis (Dennis Sciama) Emily Watson (Berly Wilde) Simon McBurney (Frank Hawking) |
Musik
| |
Sinematografi
|
Benoît Delhomme
|
Penyunting
|
Jinx Godfrey
|
Perusahaan produksi
|
Working Title Films
|
Tanggal rilis
|
7 November 2014 (terbatas di Amerika Serikat)
26 November 2014 (secara luas di Amerika Serikat)
1 Januari 2015 (Britania Raya)
|
Film ini diambil dari kisah
nyata seorang ahli fisika tokoh ternama Stephen Hawking, dimulai dari sebuah
kisah percintaan dengan Jane Wilde seorang wanita cantik yang berbeda jurusan dengan
Stephen. Pertemuan pertama kalinya, saat keduanya bertemu di sebuah acara Unviersitas Cambridge di tahun 1963, Stephen Hawking jatuh hati kepada Jane Wilde
dan menjalin suatu hubungan dengannya.
Stephen Hawking adalah
mahasiswa yang cerdas pada masa itu karena ia mampu mengembangkan teori –
teori. Sosok Stephen ini mempunyai suatu kelebihan pada bidang fisika dan matematika,
tetapi pada nyatanya Stephen ini selalu tidak memiliki suatu topik tesis yang
jelas wajar saja jika teman – teman dan profesor Dennis Sciama sangat turut
prihatin kepada dirinya, lalu Dennis Sciama ini memberikan satu kesempatan lagi
kepada Stephen untuk menemukan sesuatu yang mengagumkan untuk ditunjukkan kepada
profesor Dennis Sciama kala itu. Jiwa patah semangatnya pun selalu memotivasi
dirinya untuk mencoba sesuatu dan menemukan inovasi yang baru, mulai dari
menghadiri seminar dengan profesor Dennis Sciama yang akhirnya Stephen menemukan
suatu penemuan pada dugaan lubang hitam bahwa mungkin lubang hitam adalah
bagian dari penciptaan alam, lalu yang Stephen lakukan ialah fokus pada penelitiannya
dan memutuskan untuk menulis tesis tersebut.
Saat masih melakukan tahap penelitiannya, ia
merasakan ada yang salah pada kesehatannya. Stephen mengalami gangguan kesehatan dimana
otaknya sudah tidak berfungsi karena pada posisinya saat itu ia terjatuh dan
kepala terbentur di tanah. Dokter sudah mengatakan jika Stephen telah mengalami
penyakit yang langka yang efek dari akibatnya itu merusak saraf motorik, kemudian
perubahan itu sudah terlihat ketika Stephen tidak bisa melakukan aktivitas
seperti menulis, merasakan pergerakan, berbicara pun sudah tidak bisa,
penglihatannya juga sudah tidak terlihat jelas olehnya seperti bagai si kudung
beroleh cincin “beroleh keuntungan, tetapi hasil kenikmatannya pun tidak ada” .
Stephen menjadi seorang yang
pemurung, tertutup pada lingkungannya ia mencoba fokus kepada suatu
penelitiannya saja. Dia berharap dapat menyelesaikannya dengan baik. Akan terjadi
hal yang tidak mengenakan pada Stephen, Jane Wilde datang kepada Stephen dan ia
mengatakan jika Jane ini sangat mencintai Stephen. Jane Wilde mengatakan kepada
sang ayah Frank Hawking bahwa ia siap menerima jika hal itu terjadi kepada
Stephen, ia akan selalu mendampingi Stephen walaupun cobaannya yang ada begitu
berat. Mulai dari itu Stephen dan Jane menikah dan akhirnya memiliki dua seorang
anak, kedua anaknya berjenis kelamin perempuan.
Sempat menjadi tertutup saat itu,
Stephen bangkit dari masa keterpurukannya karena Jane selalu ada untuknya. Yang
membuat Stephen untuk terdorong supaya tidak menjadi seorang yang putus asa
lagi. Stephen menjelaskan di hadapan para dewan mengenai penelitiannya selama
ini, ia berpendapat bahwa lubang hitam tercipta di alam semesta yang terdapat
dalam Bing Bang memancarkan panas dan panas itu berakhir di dalam Big Crunch. Stephen
menjadi sorotan, Lancar dengan presentasinya, Stephen mengundang teman – teman
dan dirayakan bersama Jane untuk merayakan keberhasilannya akan tetapi yang
terjadi pada saat itu Stephen mulai berjalan menggunakan kursi roda.
Hubungan yang berawal manis dan baik, lalu
berubah karena Jane Wilde sudah menyerah menghadapi Stephen, ia tidak bisa
fokus kepada pekerjaan dan anak, seolah Jane tidak bisa menghadapi itu semua di
satu rumah dengan seorang diri. Ibu Jane menyarankan kepada Jane untuk bergabung
pada paduan suara gereja, pertemuan Jane dengan Jonathan pada saat itu di
Gereja. Jonathan adalah seorang guru piano, Jonathan menjadi peran baik bagi
keluarga Stephen dan menjadi teman baik Stephen, bagi Jane bantuan dari
Jonathan memiliki harapan pada pemulihan kesehatan Stephen.
Semakin lama kedekatan Jane
dan Jonathan menimbulkan tanda tanya, Jane Wilde melahirkan seorang anak laki –
laki yang bukan darah daging dari seorang ayah Stephen. Dari kecurigaannya
tersebut Ibu Jane menanyakan kepada Jane bahwa ini bukan anak darI Stephen. Jonathan
merasa malu, ia mulai menjadi omongan di
lingkungan keluarga Stephen dan Jane. Jonathan mundur, ia lebih
menghormati Stephen daripada harus menjadi bahan pembicaraan. Tetapi saat
Jonathan mulai pergi dari kehidupan Jane. Jane mengatakan jika ia mencintainya
dan ia sangat membutuhkan sosok Jonathan baginya.
Ketika Jane dan Jonathan sedang berkemah bersama anak
– anak. Dan Stephen mendapatkan undangan untuk menghadiri opera di Bordeaux. Namun
pada saat itu kondisi Stephen menjadi bertambah buruk ia menderita pneumonia dan
mengharuskan ia menjalani operasi, Membuat Stephen harus mengikhlaskan suaranya.
Stephen tetap berusaha terus
menurus, ia belajar dengan menggunakan papan ejaan dan Jane mendapat bantuan
dari Elaine dari itu Stephen belajar berkomunikasi dengan seorang perawat
barunya Elaine. Stephen memiliki sebuah komputer akhirnya ia gunakan untuk
menulis buku dan menciptkan hasil karya sendiri yang berjudul “A Brief History
of Time”.
Stephen di undang untuk pergi
ke Amerika untuk menerima sebuah penghargaan lalu ia memberitahu kepada Jane. Dan
Stephen mengatakan jika Elaine yang akan menemaninya pergi ke Amerika. Hubungan
Stephen dan Jane berakhir begitu saja, keduanya bercerai. Dan Jane dan Jonathan
kembali bersama kemudian mereka menikah. Bagi Jane, ia sudah menjadi yang
terbaik bagi Stephen. Elaine dan Stephen mulai jatuh cinta. Stephen tetap
mengajak Jane untuk menemani ia bertemu dengan Ratu Elizzabeth II. Stephen dan
Jane tetap merasa bahagia bersama anak – anaknya,
Stephen telah menyelesaikan
gelar PhD-nya. Akhir keputusan Stephen, ia tetap bersih keras untuk tetap
melanjutkan penelitiannnya tanpa rencana untuk memikirkan pensiun.
- Film ini dikaitkan dengan sebuah cita – cita dimana Stephen selalu tidak putus asa dalam menjalani penelitiannya untuk menemukan sebuah ide cemerlang baginya walaupun banyak begitu cobaan yang dihadapinya dari sisi penderitaannya dan juga kisah percintaan. Banyak orang yang mengagumi kisah ini, kegigihan, tekad, dan kesabarannya yang akhirnya mendapatkan sebuah kerberhasilan. Walaupun Stephen tidak sepenuhnya bersama dengan Jane. Kisah ini menjadi sebuah inspirasi bagi seseorang, film ini memiliki begitu makna bagi para penyuka film bergenre romantis klasik. Film ini mengajarkan kita supaya lebih terus melakukan usaha dan selalu semangat jangan lepas putus asa. Jadilah orang yang selalu berjuang untuk mendapatkan kesuksesan seperti Stephen Hawking.
Sumber rujukan: https://id.wikipedia.org/wiki/The_Theory_of_Everything_(film_2014)
Komentar
Posting Komentar